Geoid: Apakah itu?

Bagi orang yang tidak memiliki pengetahuan terkait geodesi (bahkan mungkin sebagian dari geodesist, sebutan orang yang memiliki latar belakang terkait geodesi), geoid merupakan suatu terminologi yang kurang populer. Seperti yang telah disinggung pada https://brianbramanto.my.id/memahami-geodesi-fisik/, geoid merupakan suatu bidang ekipotensial gayaberat yang berimpit dengan muka laut rerata. Bidang ekipotensial sendiri merupakan suatu bidang dimana pada seluruh titik dipermukaan bidang tersebut memiliki nilai portensial gayaberat yang sama. Bidang ini sangat penting dalam konteks geodesi, karena menggambarkan suatu bidang referensi fisis.

Secara praktis, apabila kita menaruh air pada permukaan tersebut, maka air tersebut akan tetap berada di tempatnya dan tidak berpindah. Sehingga, untuk kebutuhan rekayasa (misalnya), dengan mengetahui bidang ekipotensial gayaberat (geoid), kita dapat mengetahui dengan pasti kemana air mengalir. Hal tersebut terjadi karena sejatinya massa air berpindah dari lokasi yang memiliki potensial lebih besar ke lokasi dengan potensial lebih kecil, bukan dari lokasi tinggi ke lokasi yang rendah.

Bukankah selama ini kita mengenal bahwa air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah? Pertanyaan tersebut tidaklah salah, hanya saja kurang tepat. Hal tersebut diakibakan karena pendifinisian tinggi yang beragam. Dalam konteks geodesi, tinggi dapat mengacu kesuatu bidang matematis (baca: elipsoid) dan mengacu ke bidang fisis (geoid). Seperti namanya, kita mungkin tidak dapat menentukan dengan pasti kemana air akan mengalir apabila menggacu pada bidang matematis, seperti yang didapakan apabila kita menggunakan pengukuran dengan teknologi GNSS (https://brianbramanto.my.id/mana-yang-benar-gnss-atau-gps/). Oleh karena itu, kita perlu melakukan pengukuran ketinggian yang mengacu pada bidang fisis geoid untuk mendapatkan interpretasi fisis yang akurat.

Pertanyaan selanjutnya, apakah kita dapat melakukan pengukuran tinggi yang mengacu pada bidang fisis geoid dengan menggunakan GNSS? dan apa bedanya geoid dengan muka laut rerata? Pertanyaan tersebut mungkin akan kita jawab pada kesempatan yang lain :).

Geoid: Apakah itu?
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page