GNSS atau Global Navigation Satellite System merupakan sebuah terminologi umum yang mendeskripsikan beberapa sistem penentuan posisi berbasiskan satelit. Secara cakupan wilayah, kita juga telah mengenal bahwa GNSS terbagi menjadi GNSS yang bersifat Global maupun Regional. Pada catatan kali ini, kita akan menguraikan secara singkat setiap konstelasi GNSS yang bersifat memiliki cakupan operasi secara global.
Baca juga: Mana yang benar? GNSS atau GPS?
Global Positioning System (GPS)
Sebelum kita mengenal dengan sebutan GPS, sistem ini lebih dulu dikenal dengan nama Navstar GPS. Sekitar tahun 1973, proyek pembuatan GPS dimulai oleh Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat. Lima tahun setelahnya (1978), satelit purwarupa pertama secara resmi diluncurkan hingga akhirnya pada tahun 1993, 24 satelit GPS telah beroperasi secara penuh. Meskipun satelit GPS masih beroperasi hingga saat ini, pada kenyataannya, umur dari setiap satelit berkisar 5-10 tahun. Dengan demikian diperlukan peremajaan dari satelit GPS tersebut. Hingga tahun 2020, tidak kurang dari 7 blok (3 generasi) satelit atau sejumlah 73 satelit telah diluncurkan untuk menjaga agar sistem tersebut berjalan dengan baik.
Satelit GPS mengitari Bumi ini dengan ketinggian sekitar 20.200 km di atas permukaan bumi. Dengan ketinggian orbit tersebut, orbit tersebut dikenal dengan sebutan Medium Earth Orbit (MEO). Masing-masing dari orbit satelit GPS tersebut memiliki periode sepanjang selama 11 jam dan sekitar 58 menit.
Globalnaya Navigazionnaya Sputnikovaya Sistema (Glonass)
Glonass merupakan sebuah sistem penentuan posisi berbasikan satelit yang dikembangkan oleh Uni Soviet (Rusia) pada tahun 1976. Glonass sendiri dikembangkan untuk memberikan alternatif penentuan posisi berbasiskan satelit selain GPS. Peluncuran satelit-satelit Glonass dimulai sejak tahun 1982 dan menyelesaikan seluruh konstelasinya pada tahun 1995. Seperti halnya pada GPS, terdapat tiga generasi satelit Glonass yang telah dikembangkan hingga saat ini.
Satelit Glonass berorbit MEO dan mengitari Bumi ini dengan ketinggian sekitar 19.100 km di atas permukaan bumi. Hal tersebut menyebabkan satelit Glonass mengorbit sekitar 1.000 km lebih rendah ketimbang satelit GPS. Masing-masing dari orbit satelit GPS tersebut memiliki periode sepanjang selama 11 jam dan sekitar 15 menit.
Galileo
Berbeda dengan dua sistem yang telah disebutkan sebelumnya, dimana masing-masing sistem dikembangkan oleh suatu negara, sistem Galileo dimiliki dan dikembangkan oleh Uni Eropa. Satelit Galileo diluncurkan pertama kali sekitar tahun 2011. Konstelasi satelit Galileo sendiri direncanakan berjumlah lebih dari 24 satelit yang direncanakan akan beroperasi secara penuh pada tahun 2020. Seperti halnya dua sistem sebelumya, satelit Galileo memiliki orbit MEO dengan ketinggian orbit reratanya sekitar 23.222 km. Periode dari satelit Galileo adalah sepanjang 14 jam dan sekitar 4 menit.
Beidou
Beidou merupakan sebuah sistem penentuan posisi berbasiskan satelit yang dikembangkan oleh Tiongkok. Sebelum dikenal sebagai Beidou, Compass merupakan nama yang diperkenalkan ketika pertama kali diluncurkan. Peluncuran satelit Beidou pertama dilakukan sekitar tahun 2000. Pada awalnya Beidou merupakan GNSS yang bersifat secara regional, dimana hanya mencakup daerah Asia-Pasifik. Namun, saat ini Beidou telah mengembangkan daerah cakupannya, sehingga dapat dikategorikan sebagai GNSS yang bersifat Global.
Sedikit berbeda dengan orbit yang digunakan oleh tiga sistem sebelumnya, Beidou memiliki tiga orbit satelit yang berbeda. Ketiga orbit tersebut adalah MEO, GEO (Geostationary Orbit), dan IGSO (Inclined Geosynchronus Satellite Orbit). Setiap orbit memiliki ketinggian orbit yang berbeda dan bervariasi antara 20.000 hingga 35.000 km diatas permukaan bumi.
Catatan Penutup
Empat konstelasi GNSS yang bersifat global telah sedikit diuraikan pada catatan kali ini. Pada dasarnya keseluruhan sistem memiliki kesamaan, yaitu memiliki orbit MEO dan hanya terdapat satu konstelasi satelit (Beidou) yang memiliki orbit tambahan, yaitu GEO dan IGSO. Sebagai ilustrasi, saya telah mencoba melakukan penggambaran dari masing-masing konstelasi GNSS tersebut seperti yang ditunjukkan pada gambar di bagian atas pada laman ini berdasarkan data yang sesungguhnya. Mudah-mudahan penggambaran tersebut mampu mengembangkan imajinasi para pembaca disini!
Sampai jumpa pada catatan selanjutnya!