Anomali gayaberat merupakan perbedaan antara gayaberat ukuran dengan gayaberat teoritis pada suatu lokasi tertentu. Anomali gayaberat ini dibutuhkan dalam berbagai bidang, seperti geofisika dan geodesi. Pada bidang geofisika, adanya variasi dari anomali gayaberat dapat diinterpretasi menjadi variasi massa yang berada dibawah permukaan bumi. Dengan kata lain, apabila kita memiliki peta anomali gayaberat, kita dapat menginterpretasi batuan penyusun dan sebarannya di wilayah tersebut. Berbeda dengan bidang geofisika, anomali gayaberat dapat digunakan untuk penentuan acuan referensi yang sering disebut sebagai geoid.
Baca juga: Benarkah Definisi Sistem Tinggi Kita Selama Ini?
Dalam upaya memenuhi kebutuhan pemodelan geoid teliti di wilayah Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG) melaksanakan pengukuran gayaberat menggunakan wahana pesawat terbang. Upaya tersebut telah dilakukan semenjak tahun 2008, dan akhirnya pada tahun 2019 telah menyelesaikan pengukuran gayaberat menggunakan wahana pesawat udara di seluruh pulau utama di Indonesia.
Dengan menggunakan pengukuran gayaberat tersebut, tim dari Kelompok Keilmuan Geodesi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, institut Teknologi Bandung, tempat dimana saya bernaung, bekerja sama dengan BIG dalam penentuan anomali gayaberat di Jawa, Indonesia. Kerjasama ini menghasilkan tulisan ilmiah yang telah dapat diakses pada Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences journal pada tautan berikut.
Harapannya, anomali gayaberat yang telah ditentukan dapat digunakan dalam pembentukan model geoid yang teliti untuk wilayah Indonesia.