Penggunaan QZSS dalam RT-PPP

Quasi-Zenith Satellite System (QZSS) merupakan sistem penentuan posisi augmentansi (pelengkap) yang dikembangkan oleh Jepang. Sistem ini dikembangkan, khususnya, untuk peningkatan akurasi dari penentuan posisi berbasiskan satelit di wilayah Jepang. Sebagai tambahan, berkat bentuk orbitnya yang unik, sistem QZSS dapat digunakan untuk sebagian wilayah Asia-Oseania, termasuk wilayah Indonesia. Pada dasarnya, sistem QZSS saat ini hanya terdiri dari empat satelit yang secara kontinyu memberikan informasi jarak dan posisi satelit yang dibutuhkan dalam penentuan posisi berbasiskan satelit. Selain itu, sistem QZSS juga berfungsi dalam mengirimkan pesan ‘koreksi’ yang berguna untuk meningkatkan akurasi dari penentuan posisi berbasiskan satelit.

Baca Juga: Arsitektur GNSS

Beberapa pesan ‘koreksi’ yang diberikan tersebut adalah informasi orbit dan waktu satelit teliti. Sebagai informasi, kesalahan orbit dan kesalahan waktu satelit merupakan beberapa kesalahan yang memiliki nilai kesalahan yang signifikan. Pada umumnya, kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihilangkan atau diminimalisir dengan melakukan pengurangan data pengamatan dari dua perangkat penerima (receiver) yang berbeda. Teknik tersebut dikenal dengan sebutan teknik pengamatan relatif atau differential. Namun, apabila kita menerapkan teknik penentuan posisi secara absolut atau hanya menggunakan satu perangkat penerima saja, maka kesalahan orbit dan waktu satelit harus dihilangkan terlebih dahulu dengan menggunakan informasi orbit dan waktu teliti.

Bersama dengan Dr. Irwan Gumilar dan Prof. Hasanuddin Zainal Abidin, kami melaksanakan penelitan awal pemanfaatan satelit QZSS di Indonesia. Dalam penelitan ini, kami fokus terhadap penggunaan satelit QZSS untuk teknik penentuan posisi secara absolut teliti atau Real-Time Precise Point Positioning (RT-PPP). Secara umum, penggunaan satelit tersebut dalam metode RT-PPP mampu memberikan akurasi hingga 5 centimeter apabila dibandingkan dengan hasil pengamatan relatif (statik). Perlu diingat bahwa hasil tersebut baru dicapai apabila telah melewati proses inisiasi. Proses inisiasi tersebut berlangsung setidaknya selama 20 menit.

Bagi kawan, rekan, dan para pemerhati di bidang geodesi yang tertarik dengan hasil tersebut, dapat melihat artikel ilmiah kami. Artikel ilmiah tersebut telah di presentasikan di konferensi internasional Geomatics and Geospatial Technology (GGT) 2021 yang diselenggarakan di Malaysia. Laman dari artikel ilmiah tersebut dapat diakses di sini.

Penggunaan Satelit QZSS dalam Metode RT-PPP
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page