Konstelasi IRNSS dan QZSS

Sekarang, kita mencoba untuk meninjau dua sistem GNSS yang bersifat regional, setelah pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengenal empat konstelasi GNSS yang bersifat global (GPS, Glonass, Galileo, dan Beidou). GNSS yang bersifat regional berarti sistem tersebut hanya beroperasi pada suatu wilayah yang terbatas, Sampai saat catatan ini ditulis (akhir 2020 – red), terdapat dua konstelasi yang beroparsi pada kelas ini. Kedua konstelasi tersebut adalah IRNSS dan QZSS.

Baca juga: Mengenal Konstelasi dalam GNSS

Indian Regional Navigation Satellite System (IRNSS)

IRNSS merupakan sebuah sistem penentuan posisi berbasiskan satelit yang dikembangkan oleh India. Sistem tersebut kemudian dirubah namanya menjadi NavIC (Navigation Indian Constellation). Sistem ini dikembangkan khusus oleh Pemerintah India untuk memberikan posisi teliti pada penggunanya di kawasan India dan sekitarnya. Bila diberikan dalam koordinat geografis, cakupan area IRNSS membentang antara 30 derajat Lintang Selatan hingga 50 derajat Lintang Utara dan 30 derajat Bujur Timur hingga 130 derajat Bujur Timur.

NavIC terdiri dari delapan satelit, dimana tiga satelit diantaranya memiliki orbit GEO (Geostationary Orbit) dengan ketinggian sekitar 36.000 km diatas permukaan tanah. Lima satelit lainnya memiliki orbit IGSO (Inclined Geosynchronous Orbit). Apabila satelit memiliki orbit GEO, satelit seakan-akan akan ‘berhenti’ tepat pada lokasi yang ditetapkan. Hal tersebut terjadi dikarenakan satelit berevolusi mengikuti dengan kecepatan rotasi bumi. Pada satelit yang memiliki orbit IGSO, satelit seolah-olah memiliki lajur orbit seperti angka ‘8’. NavIC memberikan dua layanan yang berbeda, yaitu Standard Positioning Service dan Restricted Service. Layanan Standard Positioning Service dapat digunakan untuk layanan sipil, sedangkan Restricted Service, diperuntukkan bagi pengguna tertentu dan kebutuhan militer.

Quasi-Zenith Satellite System (QZSS)

QZSS merupakan sistem augmentasi penentuan posisi berbasiskan satelit yang dikembangkan oleh Jepang, dan juga dikenal sebagai ‘Michibiki’. Sistem ini dikatakan sebagai sistem augmentasi dikarenakan sistem ini dikembangkan sebagai sistem pendukung dan meningkatkan akurasi penentuan posisi yang telah ada, yaitu GPS (Global Positioning System). QZSS memiliki cakupan wilayah yang terbatas, yaitu pada wilayah Asia-Oseania. Terdapat empat satelit pada konstelasi QZSS, dimana satu satelit memiliki orbit GEO dan tiga lainnya memiliki orbit IGSO dengan angka ‘8’ yang jauh lebih kecil pada bagian ‘kepalanya’. Rencananya, konstelasi QZSS akan memiliki tujuh satelit yang beroperasi.

Hal yang menarik pada QZSS adalah apabila kita membicarakan sistem augemantasi tersebut. Pada penentuan posisi berbasiskan satelit yang telah ditanamkan pada gawai pintar kita, akurasi yang diberikan berkisar beberapa meter saja. Untuk meningkatkan akurasi tersebut hingga menjadi beberapa sentimeter atau hingga milimeter, diperlukan berbagai penanganan khusus yang harus diterapkan. Sebut saja menggunakan dua buah perangkat penerima untuk menghilangkan berbagai kesalahan yang ada. QZSS memungkinkan pengguna untuk mendapatkan posisi dengan akurasi yang tinggi tanpa menggunakan dua buah perangkat penerima. Fitur tersebut dinamakan sebagai SLAS (Sub-meter Level Augmentation Service) dan CLAS (Centimeter level Augmentation Service).

Catatan Penutup

Dua Konstelasi GNSS yang bersifat regional telah dideskripsikan secara singkat pada catatan kali ini. Pada intinya, GNSS regional bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan presisi dari penentuan posisi berbasiskan satelit pada daerah yang dicakup, seperti India untuk NavIC dan Jepang untuk QZSS, dan juga untuk kebutuhan tertentu (militer). Ilustrasi dari konstelasi QZSS telah saya ilustrasikan pada Gambar diatas. Namun, dikarena keterbatasan data yang saya miliki, konstelasi NavIC saya unduh pada paper Rajaiah dkk (2017).

Sampai jumpa pada catatan selanjutnya!

Lebih Dekat dengan GNSS Regional
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page