Representasi 'bentuk' Bumi yang sesungguhnya

Pada catatan ini, telah disebutkan bahwa terdapat dua jenis sistem tinggi yang berbeda. Sistem tinggi tersebut adalah sistem tinggi tidak terkait gayaberat dan sistem tinggi terkait gayaberat. Sistem tinggi terkait gayaberat sejatinya merupakan sistem tinggi natural, dimana keselurah sistem didefinisikan berdasarkan bilangan geopotensial C. Bilangan tersebut merupakan perbedaan antara potensial gayaberat Bumi pada titik yang dikehendaki (W) dengan potensial gayaberat bumi pada bidang referensi gepotensial yang dipilih (W0) dan dapat dinotasikan secara matematis sebagai berikut:

C = W-W_0 

Kita coba refleksikan pada kehidupan nyata, dimana air mengalir dari tempat yang dikatakan ‘tinggi’ ke tempat yang dikatakan ‘rendah’. ‘Tinggi’ yang dimaksud pada kalimat tersebut adalah posisi yang memiliki potensial tinggi dan sebaliknya untuk terminologi ‘rendah’. Adanya perbedaan potensial tersebut dapat dikonversi menjadi energi kinematik, dengan demikian air akan bergerak/mengalir dengan kecepatan tertentu. Dengan demikian, sistem yang terkait dengan bilangan geopotensial tersebut dapat dikatakan natural dan membentuk dasar logika dalam pendefinisian tinggi yang bermakna fisik dan konseptual.

Baca juga: Benarkah Definisi Sistem Tinggi Kita Selama Ini?

Kendati bilangan geopotensial dapat memberikan arti fisis dari tinggi yang sesungguhnya, nyatanya penggunaan bilangan tersebut susah diterapkan dalam kehidupan nyata. Selama ini kita terbiasa dalam sistem metrik, sehingga merepresentasikan suatu bilangan pada bilangan yang lain tentu akan membuat kita kerepotan. Oleh karena itu, untuk mengkonversi bilangan tersebut ke dalam bilangan metrik dapat dilakukan dengan membagi nilai (negatif) dari bilangan geopotensial terhadap sebuah nilai gayaberat. Seperti halnya yang telah disinggung pada catatan ini, tinggi orthometrik dinyatakan dengan membagi bilangan geopotensial dengan integrasi nilai rerata gayaberat sepanjang arah garis gayaberat.

Sebenarnya, saat ini belum ada satupun alat ukur yang mampu mengukur potensial gayaberat secara langsung. Sehingga hal tersebut juga menjadikan bilangan yang telah diuraikan sebelumnya menjadi tidak populer untuk digunakan dalam mendefinisikan tinggi. Cara termudah, namun butuh pemahaman dan penanganan yang cukup rumit untuk menentukan bilangan geopotensial, adalah dengan menggunakan pengukuran spirit-levelling yang dikombinasikan dengan pengukuran gayaberat. Kombinasi tersebut akan dihasilkan beda potensial gayaberat dan juga bilangan geopotensial.

Pendefinisian bilangan geopotensial diatas merupakan dasar dari seluruh definisi tinggi natural yang ada. Saat ini setidaknya terdapat tiga macam tinggi natural, yaitu tinggi dinamik, tinggi normal, dan tinggi orthometrik. Pembahasan mengenai tinggi orthometrik telah ada pada catatan ini, sedangkan untuk pembahasan terkait tinggi dinamik dan tinggi normal akan dibahas pada catatan selanjutnya.

Sampai jumpa pada catatan selanjutnya!

Bilangan Geopotensial: Selayang Pandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page