Salah satu arsitektur GNSS: segmen angkasa

Seperti yang telah tersirat pada namanya, Global Navigation Satellite System (GNSS), teknologi tersebut tentunya memiliki beberapa komponen atau segmen yang saling terkait satu sama lain yang disebut sebagai arsitektur GNSS. Keberadaan segmen-segmen tersebut memungkinkan sistem tersebut menyediakan layanan penentuan posisi, navigasi, dan waktu. Seluruh GNSS, baik yang bersifat global maupun regional, setidaknya memiliki tiga segmen yang menyusun sistem tersebut. Segmen-segmen tersebut adalah segmen angkasa, segmen kontrol, dan segmen pengguna.

Baca juga: Lebih Dekat dengan GNSS Regional

Segmen Angkasa

Segmen angkasa terdiri dari konstelasi satelit GNSS yang mengorbit dengan ketinggian antara 20.000 km hingga lebih dari 30.000 km diatas permukaan bumi, tergantung GNSS yang digunakan. Jenis orbit yang digunakan pada konstelasi satelit GNSS yang bersifat global umumnya berjenis Medium Earth Orbit (MEO). Penggunaan orbit MEO memungkinkan sistem tersebut memberikan layanan pada seluruh permukaan Bumi. Sedangkan pada konstelasi satelit GNSS yang bersifat regional, dimana layanan hanya berfokus pada suatu wilayah tertentu, orbit yang digunakan berjenis Geostationary Orbit (GEO) ataupun Inclined Geosynchronous Orbit (IGSO) seperti yang dimiliki oleh QZSS dan IRNSS.

Salah satu arsitektur GNSS: segmen angkasa

Segmen Kontrol

Segmen kontrol pada umumnya tersusun atas jaringan stasiun kontrol utama, stasiun pengunggah, dan stasiun pemantauan. Stasiun kontrol utama akan melakukan penyesuaian orbit satelit apabila satelit satelit tersebut melenceng dari orbit yang telah ditetapkan. Selain itu stasiun kontrol utama juga mengatur dan menyesuaikan jam satelit ketika dibutuhkan untuk mempertahankan akurasi dari penentuan posisi yang dihasilkan. Stasiun pemantauan tersebar di wilayah geografis yang sangat luas dan bertujuan untuk memantau kondisi sinyal dan status dari GNSS tersebut dan memberitahukannya pada stasiun kontrol utama. Stasiun kontrol utama kemudian akan mengolah data tersebut dan mengunggah koreksi orbit dan waktu ke satelit tersebut melalui stasiun pengunggah.

Hubungan yang terjadi pada segmen kontrol dengan semen angkasa

Segmen Pengguna

Pada dasarnya, segmen pengguna adalah semua orang yang menggunakan teknologi penentuan posisi berbasikan satelit. Pengguna dapat menangkap sinyal GNSS tersebut dengan menggunakan perangkat penerima GNSS. Sinyal GNSS tersebut kemudian digunakan dalam tahapan pengolahan data untuk mendapatkan informasi lokasi dan waktu. Pada era perkembangan teknologi saat ini, teknologi GNSS telah tertanamkan pada gawai pintar yang kita miliki, sehingga kita dengan mudah dapat mengetahui posisi kita dengan cukup akurat dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan kita.

Catatan Penutup

Teknologi GNSS sejatinya merupakan sebuah sistem yang sangat besar dan mencakup tiga segmen utama. Adanya permasalahan dalam satu segmennya saja, mampu membuat teknologi tersebut tidak berfungsi. Tidak adanya teknologi penentuan posisi berbasiskan satelit tersebut, tentu saja membuat kita generasi yang hidup di era teknologi akan kesusahan, misalnya ketika menggunakan teknologi GNSS untuk memesan ojek secara daring!

Sampai jumpa pada catatan selanjutnya!

Arsitektur GNSS: Penyusun Teknologi GNSS
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page