Pengukuran gayaberat

Pengembangan model geoid secara gravimetrik yang teliti, dalam hal ini memiliki ketelitian beberapa cm, sangat dibutuhkan untuk kepentingan pembangunan dan mitigasi kebencanaan nasional. Apabila ditandemkan dengan pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS), penggunaan geoid yang akurat dapat menghasilkan koordinat yang tereferensi pada acuan tinggi orthometrik secara efisien dan cepat. Luaran koordinat yang didapatkan kemudian dapat digunakan untuk dijadikan peta dasar untuk berbagai keperluan praktis, seperti perencanaan infrastuktur dan irigasi. Selain itu, peta dasar tersebut dapat digunakan untuk keperluan ilmiah seperti pemodelan bencana pesisir pantai. Dalam pengembangan model geoid secara geometrik dibutuhkan data utama berupa data ukuran gayaberat. Pengukuran gayaberat tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur gravimeter.

Melalui program Riset ITB 2021 dengan skema peningkatan kapasitas dosen muda, Brian Bramanto (ketua peneliti dan penulis – red), melaksanakan kegiatan pengukuran gayaberat terestris yang dimulai di Kota Cirebon, Jawa Barat. Pengukuran gayaberat dilakukan dengan interval setiap 5 km. Setiap titik pengamatan diikatkan pada titik kontol Gayaberat Utama GBU-59 milik Badan Informasi Geospasial (BIG). Titik kontrol GBU-59 tersebut berada di kawasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi. Untuk setiap titik pengamatan gayaberat, setidaknya dilakukan pengambilan data sebanyak 5 cycle dengan lama pengamatan selama 1 menit untuk setiap cycle. Pengolahan dilakukan dengan metode loop yang digunakan untuk mengestimasi drift yang terdapat dalam pengukuran gayaberat. Selain itu, beberapa koreksi geofisika seperti koreksi pasang surut bumi dan pembebanan laut juga diterapkan pada data ukuran.

Dalam setiap pengukuran gayaberat, juga dilakukan pengukuran posisi yang teliti menggunakan GNSS. Metode yang digunakan adalah Real Time Kinematic (RTK) yang mampu menghasilkan koordinat geodetik dengan akurasi beberapa cm. Pengukuran dilakukan dengan mengikatkan terhadap station pengamatan CORS GNSS milik BIG terdekat dengan menggunakan internet sebagai aliran komunikasi datanya.

Kegiatan ini juga didokumentasikan pada laman resmi Kelompok Keahlian Geodesi ITB, tempat penulis bernaung.

Pengukuran Gayaberat di Wilayah Cirebon
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page