Pada catatan sebelumnya, telah disinggung bahwa model geoid Yogyakarta telah dihitung. Perhitungan model geoid tersebut dilakukan dengan menggunakan data utama gayaberat terestris yang dimiliki oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Berdasarkan hal tersebut, didapat akurasi model geoid Yogyakarta sekitar 7 hingga 8 cm. Meskipun demikian, masih terdapat kesalahan sistematis yang terkandung pada model geoid yang dihasilkan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan geoid yang lebih teliti dan terhindar dari kesalahan sistematis tersebut.
Catatan kali ini tidak akan membicarakan banyak hal terkait pemodelan tersebut. Pada catatan kali ini akan disajikan visualisasi dari model geoid Yogyakarta yang telah dikurangi kesalahan sistematis tersebut. Secara umum, didapat akurasi model geoid Yogyakarta sebesar kurang dari 5 cm. Hal tersebut tentu merupakan hal yang sangat baik, dan memberikan pilihan metode pengukuran pada kegiatan yang lebih luas lagi. Misalnya, pemetaan dengan menggunakan LiDAR maupun GNSS. Saat ini, artikel terkait pemodelan geoid Yogyakarta tersebut sedang dalam tahap penelaahan pada Book Chapter yang dikekola oleh International Association of Geodesy (IAG).
Visualisasi model geoid Yogyakarta dapat diakses melalui tautan ini.
Sampai Jumpa di catatan-catatan selanjutnya!